20 Januari 2008 ; jam 8.21 pagi

waktu berangkat kerja tadi pagi, dengan Supra Fit kesayangan( soalnya cuma atu-atunya) . aku kerja di gedung BEJ lantai 7.  dan dijalan aku melihat ada seorang pengendara motor yang jatuh di terowongan semanggi karena memang kondisis jalan yang rusak dan berlubang.  jalanan jadi macet sebentar karena terhalang motor yang jatuh tadi.

yang menbuat aku miris ialah tidak adanya seorangpun yang menolongnya berdiri atau sekedar membantu mendirikan motornya kembali .  padahal disitu banyak pengendara motor lain yang menyaksikan. dan di pinggir jalan juga ada seorang berpakaian seperi mahasiswa yang sedang berjalan, entah mahasiswa atau joki 3 ini 1. tapi sepertinya tak perduli.

dan lebih parahnya lagi , ternyata aku juga tidak bergeming dari motorku untuk membantunya(Astaghfirullah……). sudah membatunyakah hati ini?

tapi ada alasan tersendiri juga atas tindakanku(atau mungkin pembelaan diriku sendiri). alasanku adalah ketidak amanannya Jakarta sekarang ini. yang aku takutkan , jika aku meninggalkan motorku akan ada orang yang mengambil kesempatan untuk membawa kabur motorku.

tapi dari kejadian ini aku juga mencoba mengambil hikmahnya, bawa sudah berkurangnya rasa kepedulian manusia di zaman ini termasuk aku. maka harus berfikir dan bertindak dari saat ini untuk merubah itu semua.

Ya….Allah, tetapkanlah hatiku di jalanMu, jalan yang Engkau ridho-i. dan berada di jalan yang telah diajarkan kekasihMu Muhammad SAW, yaitu jalan Islam yang mengajarkan kasih sayang.

dan mudah-mudahan hati para pemerintah daerah tergerak untuk memperbaiki jalan yang rusak, yang membahayakan para pengguna kendaraan bermotor khususnya kendaraan roda dua.

Iklan