“Bangsa kita sudah merdeka”, “bangsa kita sudah tidak dijajah lagi”. Mungkin itulah yang ada dalam benak kita sebagai warga bangsa Indonesia yang kita cintai ini.

Tapi hendaknya kita mulai pikirkan kata-kata kita tersebut tentang bangsa Indonesia yang telah merdeka. Sebenarnya bangsa kita masih di jajah, yah… dijajah dengan penjajahan model baru yang harusnya kembali membangkitkan semangat nasionalisme kita sebagai anak bangsa.seperti semangat para pahlawan kita terdahulu yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk kemerdekaan Negara Indonesia yang kita cintai ini.

Kalau dulu kita dijajah dengan senjata dan bala tentara penjajah, kini kita dijajah dengan budaya, moral dan ekonomi.

Kebudayaan kita sekarang sudah dijajah oelh kebudayaan asing, apa buktinya ? buktinya adalah pada anak-anak kita yang tidak mengetahui kebudayaan bangsa sendiri yang seharusnya kita banggakan sebagai bangsa Indonesia.

Lihatlah, banyak anak-anak kita yang tak mengenal tari-tarian khas Indonesia, tak tahu lagu-lagu nasional, permainan khas Indonesia, makanan khas Indonesia, dan segala sesuatu tentang Indonesia yang dulu di perjuangkan oleh para Pahlawan Indonesia dengan darah dan nyawa mereka.

Mereka hanya tahu modern dance, break dance untuk tarian Indonesia, lagu-lagu barat dan pemusik Indonesia yang berkiblat pada barat, mereka sudah tak tahu lagi petak umpet, dampu, galasin, patok lele dan permainan asli Indonesia lainnya, yang mereka tahu mungkin hanya Playstation, Nintendo sebagai permainan mereka bahkan bisa jadi pahlawan yang mereka kenal adalah Power Ranger, Superman, Spiderman. Mereka tidak kenal siapa pangeran Diponegoro, Cut Mutia, Pattimura, dan Pahlawan lainnya yang telah berjuang untuk mereka dari penjajahan.

Mungkin kita harus merenungi kembali kata-kata dari Proklamator kita Ir.Sukarno yaitu : “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan-pahlawannya”

Dan mulai mengajarkan rasa nasionalisme kepada anak-anak kita.

Dari segi moral juga kita sudah dijajah. Lihatlah rakyat Indonesia yang terkenal ramah tamah sekarang menjadi brutal,bengis dan kejam. Sekarang masyarakat kita lebih mengedepankan emosi untuk mengatasi segala urusan, bukan akal sehat dan sopan santun. Sudah banyak contoh yang terjadi sekarang ini , bahkan seorang wakil rakyat pun menjadi korban dari kebrutalan rakyat yang saat ini lebih mengedepankan emosinya.

Dan korban penjajahan moral lainnya adalah para pelajar kita yang tidak malu-malu lagi berbuat asusila, dan merekamnya dengan kamera handphone. Entah kebudayaan mana yang merusak moral generasi kita. mungkin kebudayaan Amerika dan Barat yang serba bebas membuat moral anak-anak kita hancur dan di rendahkan sedemikian rupa.

Dan yang terpenting adalah perekonomian Indonesia yang di jajah. Perkonomian kita di jajah oleh asing karena keserakahan kita sendiri, khususnya yang mempunyai kekuatan politis dan kewenangan dalam kekuasaan maupun membuat undang-undang.

Telah banyak sekali hasil bumi Indonesia yang di keruk untung kepentingan asing, dan membanjirnya produk-produk asing yang mematikan produksi dalam negeri. Sehingga kita menganggap produk asing lebih baik dari produk negeri sendiri.

Coba kita lihat rakyat Indonesia yang menghirup udara Indonesia, minum air dari bumi Indonesia, mencari uang dengan membanting tulang di Indonesia. Lebih memilih produk asing untuk membelanjakan uangnya. Mereka lebih bangga makan di restoran Asing seperti Mc Donald, Kentucky, A&W daripada restoran Indonesia. Padahal restoran – restoran asal Indonesia tidak kalah enaknya dari restoran Asing tersebut seperti Ayam Goreng Mbok Berek, Ayam bakar Wong Solo , Es Teler 77, Restoran masakan Padang dan restoran asal Indonesia lainnya. Rakyat lita sepertinya malu memakan di restoran negeri sendiri dan lebih bangga makan di restoran asing.

Lalu kita lihat juga masyarakat kita yang cenderung membeli pakaian merek-merek luar negeri seberapapun mahalnya produk tersebut. Dan enggan membeli produk dalam negeri dengan kualitas yang sama seberapapun murahnya produk tersebut.

Dan saya mungkin salah satu dari masyarakat Indonesia yang mempunyai semangat Nasionalisme yang rendah, dan melalui tulisan ini saya bermaksud memupuk rasa nasionalisme kita sebagai Bangsa Indonesia terutama saya sendiri tentunya. Dan saya juga bertekad untuk menyelamatkan Indonesia dengan mencintai kebudayaan Indonesia dan membeli produk-produk Indonesia.

Bagaimana dengan anda…?

Apakah anda juga merasa sebagai bangsa Indonesia..?

Atau antek-antek penjajah yang akan menghancurkan Indonesia dari dalam…?

Iklan