Tanya :

Mbak Mike yang baik, saya seorang karyawan dengan 2 orang anak. Sejak kelahiran anak yang kedua, pengeluaran keluarga kami meningkat pesat. Saya dan istri sama-sama bekerja dan anak-anak diasuh oleh kakek dan neneknya(mertua saya) yang tinggal dirumah kami. 

Saya ingin memiliki penghasilan tambahan, namun tanpa meninggalkan pekerjaan saya sekarang. 

Apakah saya dan istri dapat menjalankan usaha bersama ? Bagaimana caranya ?

 

Jawab :

Dengan kebutuhan hidup yang semakin mendesak, maka mendapatkan penghasilan tambahan benar-benar harus diusahakan. Untuk itu Anda memang harus bekerja lebih giat lagi jika ingin mendapatkan hasil yang lebih besar.

Ada beberapa pilihan yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan , sambil Anda tetap bekerja :

1.Bekerja paruh waktu di perusahaan lain

Anda bisa memiliki pekerjaan sampingan tanpa harus melepas pekerjaan utama. Pekerjaan paruh waktu ini tidak menggunakan jam kerja biasa tetapi dilakukan sepulang kerja atau pada akhir pekan saja. Ada banyak perusahaan yang membutuhkanjenis pekerjaan paruh waktu, seperti bimbingan belajar, tempat kursus, instruktur pusat kebugaran, dan masih banyak lainnya.

2. Menjual keahlian anda.

Anda juga dapat menawarkan keahlian anda langsung kepada konsumen dengan menjadi professional/konsultan seperti konsultan pemasaran, konsultan pajak, multimedia designer, penyanyi, rias wajah, dan lain-lain. Sebagai profesional, anda dibayar sesuai dengan kapasitas dan hasil pekerjaan yang Anda lakukan.

3. Membuka usaha sendiri

Ide bisnis untuk usaha sendiri bermacam-macam. Anda bisa menjadi pedagang dengan berbagai macam posisi, mulai dari tingkat distributor, agen pengecer sampai bergabung dengan Multilevel Marketing. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk membeli waralabayang saat ini ditawarkan dengan harga terjangkau.

Berbisnin bersama suami atau istri adalah salahsatu pilihan yang dapat Anda jalankan. Tetapi perlu diperhatikan beberapa masalah krusial yang rentan seperti soal modal dan pengelolaan keuangan, alokasi pendapatan usaha, dan pembagian tugas dan tanggungjawab pekerjaan.

Selain itu, perlu disadari bahwa tidak selalusebuah keluarga langgeng. Karena itu, masalah “pembagian saham” diantara anda berdua sebagai pemodal harus diatur dengan jelas, sehingga jika terjadi sesuatu dapat diambil keputusan secara adil dan tepat, sesuai proporsi saham yang ada. Jika perlu, gunakanlah jasa Notaris yang Anda berdua percayai untuk membantu masalahpembagian harta ini. Membicarakan masalah ini tidak berarti bersikap materialistis maupun egois, sebaliknya justru terbentuk sikap mental yang baik dan membuka wawasan terhadap berbagai tindakan antisipasi yang perlu dilakukan terhadap berbagai resiko bisnis

Sumber : harian Warta Kota,1 September 2009

Solusi keuangan,tanya jawab Mike Rini Sutikno CFP

 

Mike Rini Sutikno

Mike Rini Sutikno

Iklan